Widget by tips dan trik blogspot

Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

  • Blog Contest with Theme : Aman Semua Lancar
  • My twitter @habibi_kun
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

LIA Fun Race


“Everyone please sit down in the back of your group number” shouted Mrs. Irnawati, one of teacher in LIA English Course. We would have fun in LIA Fun Race 1st December 2012.
I sat in the front of my group number. It’s twelve. Behind me, there were six girls from my class CV3. They’re Putu, Dimmy, Mei, Rindy, Lince, and Yuyun. I was the one man in my group. But, It was okay with me.
Mrs. Irnawati asked every group to make yell-yell. There’re 15 minutes to make it finished. My group discussed it together and finished the jingle. I remembered it.
Twelve group! Twelve group! Rock you!
Twelve group! Twelve group! Fight you!
One, two, three, go!
(voice 2 with Iwak Peyek song tone) Oooo oooo oooo ooo ooo ooo
(voice 1) Twelve group is the best
(voice 2 with Iwak Peyek song tone) Oooo oooo oooo ooo ooo ooo
(voice 1) Twelve group is number one
Twelve group! Smart! Innovative! The best! Go go go yeah! Go go go yeah!
The fun race began with yelling the jingle in front of all groups. Then we raced post to post. There were five posts. First post is ‘Time Machine’. We got many photos of place in Surabaya. The instruction was to make it in wall magazine with photos, name of place, year of build, and the function of the building. Fortunately, two of girls in my team is originally from Surabaya. So this post was so easy to us. We’ve got one!
The second post was ‘Sparkling Surabaya’. In this post, we must answer all the question of Surabaya in race of ‘bakiak’. We’re in fortune. Four of our team had thin body. So, it’s easy to rely in bakiak race. We got 10 answers.
Answer 1. Pucang and Keputran
Answer 2. Kalimas and Jagir
Answer 3. Wolfs, tigers, and lions
Answer 4. Gramedia, Togamas, and Uranus
Answer 5. Tugu Pahlawan and HOS
Answer 6. Sura and Baya, in front of Surabaya Zoo
Answer 7. RKZ, RS. Dharmo, RS. Haji, HCOS, and RS. Darmahusada.
Answer 8. Kenjeran
Answer 9. Shangrilla and Sheraton
Answer 10. Al Falah, Al Akbar, and Agung
However, the teacher asked us to arrange the short crazy story which contained those all answers. Idea flew in my head. You could read our crazy story
“I had a dream. I went to Surabaya to see the symbol of this town, ‘Sura and Baya’ in the front of Surabaya Zoo. I decided to buy Surabaya map in Gramedia, Togamas, and Uranus. But I didn’t get it. So, I went to Keputran and Pucang to get map. But I got lost direction. I stuck at Kenjeran. I was too tired so I decided to stay in Shangrilla instead of Sheraton. The next day, I was ready to explore the city. I went to Tugu Pahlawan and HOS. Unfortunately, I fallen down in Kalimas and I swam until Jagir. I washed my body in Al Akbar. I washed my clothes in Agung Mosque and I dried it in Al Falah. I continued my trip. But wolfs, tigers, and lions from zoo catch me. When I awake, I have my body in RS. Dharmo. My mother told me that I had visited many hospitals before such as RKZ, HCOS, RS. Darmahusada, and RS. Haji.”
The third post was ‘Foodcourt’. One of us, I picked Yuyun. Her eyes would be closed. And I was a navigator for her. The others guys stood in their position. Well, the navigator should guide the blind one to reach the others person and took paper from them. After all paper collected, we arranged it into paragraph. It was about ‘lontong balap’. We had 5 minutes to memorize it then we must present it with our own word. We did it well.
The fourth post was ‘From Zero to Hero’. Dimmy and me took a role to ride the tricycle from the post to the end of road. The others did a puzzle. It’s the picture of one amazing person. Since they got the name of that picture, they text Dimmy. Dimmy read the text ‘Hermawan Kertajaya’. I took the description of that person and memorize it when we ride the tricycle back to the post. I pass that post well.
Last but not least is ‘Sing in Sync’ post. In this post, we got a Surabaya song with the tittle ‘Jembatan Merah’. The lyrics must translate in English. And we must sing it with English. What the pity my team. When we began to sing it, Rindy and Yuyun who know the tone is blanked. So the song was so bad. But we were in confidence and continued our song. We pass that post.
We’ve done all the post. This is our lunch time. We got hoka hoka bento. Yummy!
The result of LIA fun race is unpredictable. My team got second runner up place. We got a prize and won IDR 300.000. IMHO, my team could be the runner up or winner if Sing in Sync didn’t kill our points. All posts got above 90 points, but in our last post, we just got 76. All of all, we’re happy with this. We got a lot of fun, meals, and prize. Go go go Yeah! We’re also spent IDR 20.000 to treat our classmate next Saturday. So you guys must attend next week class! Seeya.

Rabu, 19 September 2012

EFL Score


Setelah lama menanti akhirnya hari ini, Rabu, 19 September 2012, hasil tes English Foreign Language ITS ku meraih skor 497 dari nilai awal 473. Nilai ini lebih besar dari skor minimal kelulusan yaitu 477 untuk mahasiswa S1.



Dalam debut sepekan sebelum tes, aku belajar keras untuk meraih skor setinggi mungkin. Saat tes pertama dengan angka 473 (miris karena kurang 4 angka lagi untuk mencapai standar), aku sadar bahwa nilai ku jelek di listening dan grammar.

Selama sepekan ku couch bahasa inggris ku dan hari ini kudapatkan hasil nyata dari usaha. Nilai 497 dengan nilai listening 44, nilai grammar 51, dan nilai reading 54. Jika dikonversi kedalam jawaban yang benar. Aku menjawab dengan benar 19 dari 50 soal listening (38%), 27 dari 40 soal grammar (67.5%) dan 36 dari 50 soal reading (72%). Angka ini membuatku cukupmerasa puas.

Namun demikian, listening abilty ku harus diupgrade. Sehingga aku mendaftarkan diri untuk mengikuti conversation in English course LIA. Jumat 14 September kemarin, aku mengikuti placement test LIA untuk ditentukan level berapa aku harus ditempatkan. Apakah level 1, ataukah level 6. Lets see!

Dari sini kita bisa tahu bahwa effort akan memberikan hasil pada apa yang kita lakukan. So. Do your best!

Senin, 14 Maret 2011

The Golden Ways to be The Winner

Teknik Kimia ITS-Setelah sukses mendelegasikan 241 PKM GT DIKTI, Research and Technology Department (RnT) HIMATEKK kembali mengadakan acara yang luar biasa. Adalah The Golden Ways to be The Winner (12/03), yang dikemas dalam seminar mawapres sekaligus motivasi.

Menjadi Seorang mawapres bukan hal yang sulit. Ahmad Nasikhun, pembicara The Golden Ways yang meraih gelar mawapres di Universitas Gajah Mada mengatakan, "mawapres bukanlah sebuah tujuan akhir, tetapi merupakan representatif dari apa yang telah kita lakukan".

Lima puluh peserta The Golden Ways diberikan materi tentang mawapres, kompetensi, dan pengalaman menjadi mawapres oleh Nasikhun (Mawapres UGM) dan Zia Ardhi (mawapres ITS). Mereka juga mendapat motivasi dari trainer terkenal Rio Purboyo.

Sepulang dari acara ini, peserta diharapkan memiliki jiwa prestatif dan keinginan yang kuat untuk menjadi mawapres. Deri Pradana, salah satu peserta The Golden Ways mengatakan “Acaranya keren, kalau bisa, dibuat besar agar teman-teman jurusan lain dapat ikut serta”.

Menurut Arief Rahmatullah, ketua pelaksana The Golden Ways “acara ini layak dijadikan event tahunan, karena teknik kimia sendiri memiliki tradisi juara mawapres. The Goden Ways diharapkan mencetak regenerasi mawapres Teknik Kimia” ungkapnya.

Rabu, 02 Maret 2011

WOW! National Olympiad of Chemical Engineering

            Suasana kompetisi mewarnai Ruang Sidang Teknik Kimia FTI ITS Surabaya, Sabtu (26/02). Olimpiade Teknik Kimia yang dinamakan National Olympiad of Chemical Engineering (NOPEC) ini diikuti siswa-siswi SMA dari seluruh nusantara. Peserta NOPEC berjumlah 166 tim berasal mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa & Bali, Sulawesi, bahkan ada peserta dari Manokwari Papua.
Seleksi awal NOPEC dilakukan secara online pada Rabu (16/02) serentak di Indonesia. Mekanisme seleksi online yaitu peserta mendownload soal yang diupload pleh panitia melalui website chernival pada pukul tiga sore. Kemudian peserta diwajibkan mengirimkan jawabannya ke email panitia maksimal pukul enam sore. Dari seleksi awal ini terdapat 15 tim yang lolos dan berhak mengikuti babak semifinal.
Sehari sebelum babak semifinal dimulai (25/02), peserta mendapatkan jamuan berupa penginapan dan briefing awal di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Keesokan harinya, para peserta saling berkompetisi di ajang yang untuk pertama kalinya diadakan oleh Teknik Kimia ITS ini.
Babak semifinal dilakukan dengan metode post to post. Peserta dibagi menjadi lima kloter untuk kunjungan ke post masing-masing. Post-post ini adalah laboratorium yang ada di Teknik Kimia diantaranya : laboratorium Teknologi Proses, Pengolahan Limbah, Biokimia, Mixing, dan Thermodinamika. Peserta diperkenalkan tentang laboratorium yang mereka kunjungi dan mengerjakan soal yang ada hubungannya dengan laboratorium tersebut.
Tiga tim terbaik dari babak semifinal masuk dalam babak final diantaranya adalah satu tim dari SMA Unggulan MH Thamrin Jakarta dan dua tim dari SMA N 1 Gresik. Babak final terdiri dari babak rebutan dan babak studi kasus. Dewan juri dari NOPEC adalah dosen-dosen muda Teknik Kimia diantaranya Dr. Romanus Krisantus T N, ST. MT., Suci Madhania ST. MT., dan Donny Satria Bhuana ST. M.Eng.
Setelah mengalami kompetisi yang cukup menegangkan, akhirnya diperoleh juaranya. Juara III yang mendapatkan trophy dan uang tunai satu juta rupiah diraih oleh Fahrun Nisai Fatimah dan Nisrien Mufidah dari SMA N 1 Gresik. Juara II yang membawa pulang trophy dan uang senilai dua juta rupiah adalah Muhammad Saadillah Afif dan Rahman Cahyadiputra dari SMA N 1 Gresik. Dan juara I yang mendapatkan uang tiga juta rupiah beserta trophy diraih oleh SMA Unggulan MH Thamrin Jakarta atas nama Radhian Ferel Armansyah dan Nurul Aulia.
Menurut Rahman, tim peraih juara II “NOPEC ini merupakan ajang yang bagus karena dapat memperbanyak pengetahuan kita dengan soal-soal yang layak untuk disebut olimpiade nasional”.
Ristaqul Husna Belgania, salah seorang semifinalis menambahkan “NOPEC ini luar biasa! Karena karena olimpiade ini saya yang awalnya tidak suka dengan kimia akhirnya tertarik pada kimia”.
Sementara itu, Achmad Yanuar Setyawan, ketua pelaksana NOPEC merekomendasikan agar pada tahun depan olimpiade seperti ini tetap diadakan. “Acara ini mampu membrandingkan Teknik Kimia dan memperkenalkannya kepada para siswa-siswi SMA” ujarnya. (wil)

Minggu, 20 Februari 2011

Democratic Short Meeting (FUN with RnT)

Teras Ruang O-101 Teknik Kimia ITS
Jum’at, 18 Februari 2011 (16:03:16)

Short Meeting keluarga RnT Deptpartment dihadiri secara melingkar dan berurutan Bayu Erlangga Pramunditta, Rian Setya Budi, Wildan Habibi, Dyanros Rizkiyanto, Arief Rahmatullah, Nur Dwi Widayanti, Achbarida Praba Ayundari, Cita Indah Pertiwi W. sedangkan Fariz Hidayat (kuliah KNT).

Decission Maker biasanya diambil dari pendapat seorang nahkoda kapal. But not always like that! Jum’at ini democratic short meeting diadakan. Permasalahan yang akan dibahas adalah pemilihan prioritas antara (A) FUN with RnT dan (B) Rapat Koordinasi Chernival.

Sesuai urutan tempat duduk jajak pendapat dibuka dan diakhiri (biar tidak membuang kata) dengan hasil :
Pilihan (A) : 5 orang
Pilihan (B) : 2 orang
Upstand : 1 orang (kuliah KNT)
Berfikir keras : 1 orang
Usulan Keputusan : 1 orang mengatakan : “Bagaimana kalau dua kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan cara FUN with RnT sesi 1 di Warung Bambu dan FUN with RnT sesi 2 menyusul. Setelah sholat Maghrib Kel. RnT tetap menonton, tapi menonton dan aktif dalam Rapat Koordinasi chernival FULLTEAM!”

Jajak Pendapat dimulai lagi dengan usulan keputusan yang baru. Dan Indonesia memilih :
Pilihan (A) : 0 orang
Pilihan (B) : 9 orang
Upstand : 1 orang (Alasan klasikal : Kuliah KNT ^^)

Esensi Democratic Short Meeting :
1. FUN with RnT tidak akan dan tidak pernah dilaksanakan sebelum nahkoda dan kesembilan awak kapalnya complete.
2. Keputusan rapat tidak bisa diganggu gugat
3. Rapat dengan mendengarkan pendapat orang lain, memahami alasannya, dan mencoba mengerti perasaan, tanggung jawab, dan pengorbanan bersama pada tujuan dermaga yang agung membuat kami lebih bijaksana.

Rapat ditutup dengan haru biru dan pekikan “Salam RnT, RnT FUN!”

Hita Hamastuti B'day

Kamis, 17 Februari 2011 (15:57:32)
Under Stair Close to Laboratorium Limbah

Pertunjukan parodi ikan duyung akan dimulai hari ini dengan ikan-ikan kolam Teknik Kimia yang bergembira dan bersua. Unfortunately, sang kondisi tidak bersahabat sehingga rencana berubah menjadi Plan B. Plan B sore ini adalah short meeting camuflase yang diawali dengan job masing-masing (Cita : membungkus kado, Dwi : mencari botol bekas, Pak Bayu : Menjarkom rapat, dan Aku : mengisi botol-botol dengan air kran dan membagikannya secara gratis kepada peserta rapat kecuali korban. “\(^_^)/” ) 

__*Eits, korban dilarang membaca bagian dalam kurung! ^^__

Agar tidak mencurigakan, 3 botol ditarus ditas (maaf, karena kesalahan kami 2 botol lagi terlupakan tetap di atas meja [gawat!!]. Untuk mereduksi kecurigaan korban, ku minum air dari salah satu botol [Bukan air kran lho, kan beli di MKU Rp. 1.500,-] Pendek kata, short meeting ditutup dengan pembagian air gratis kepada korban. Sore itu juga datang tersangka lain ke TKP (Tahta Alfina : nama disamarkan red) membagi kue ulang tahun ^o^ disusul special gift dari kami ^-^


Ending Case : Rencana Sukses! YES!
Korban : Hita Hamastuti
Saran : ajukan ke meja hijau (fufu)

Kamis, 10 Februari 2011

Formulir Rencana Studi 2011

Plasa Teknik Kimia FTI-ITS
7-9 Februari 2011
3 days before :
Mengikuti Forum FRS dengan bagian pengajaran Teknik Kimia untuk mengetahui peraturan pengisian FRS, Dosen Wali, dan Tugas Akhir.

A day before :
Menentukan kelas yang tepat agar dapat terjadwal rapi dan tidak bentrok dengan mata kuliah lain yang ingin diambil.

A night before :
Membuka sim akademik untuk mengecek apakah sim akademik siap menerima entri mata kuliah semester ini dan pastikan Anda sudah membayar SPP.

30 minutes before :
Mencari internet yang super signal agar tidak terjadi bad gate way saat pengambilan mata kuliah.

5 minutes before : 
Membuka tabs FRSan sesuai dengan mata kuliah yang diambil adar nantinya tinggal klik here saja ^^.

10 second before :
Mencapai titik kesabaran paling tinggi

1 minute after :
Mendapatkan kecanggihan teknologi dan otak manusia karena sepersekian detik kelas habis!

2 hour after :
Menunggu peluang kelas dibuka atau ditambah kuotanya karena tidak kebagian kelas.

Doa saat FRSan (versi saya) :
“Wahai Dzat yang maha memberi rahmat dan rahim, semoga apa yang telah saya putuskan menjadi manfaat dikemudian hari dan tidak akan memutuskan ridho Mu, ilmu Mu, dan membuatku taqarrub kepada Mu dikemudian hari. Amin Ya Allah. Maha Suci Engkau.”

Rabu, 02 Februari 2011

BISA team at English Debate Competition

21st February 2010
Ruang Sidang FTI BAAK lt. 3
English Debate Competition CAKIL 2010

Hey Winny Edika Putri and Amelia Djafaar

This morning my nervous heart and my pessimist twittered in my mind. In hungry stomach, we sat close the Dr. Angka statue. We told something big. Yeah, It’s about the topic of this English Debate Competition. One, two, three.. and many times we’ve decided to cancel being the participant of this event. But that daydream is flew over directly, back again, and evaporate again. So, we’re here and we must did our first debate in ITS, the heroic institute.. ^0^

Did you know what is our team name?

I always laugh remembering this accident. Yeah, when the committee of this event sent short message to Amel and ask “please confirm your team for tomorrow debate and sending me your team name’s”. And she just replied “BISA”. So BISA is our team name! (Gubrak! ^^;;;!)

The first team in our battle fire is Junaidi Kristian, Ana Zilatul Choniah, and Arif Munandar (Isn’t it? If false, so sorry I forgot). I forgot the topic but I thought it’s our lucky day. We won. In the next battle we fail in just a little margin. And when they (the committee) read team which is the best team (four team only). Oh my God. In my surprise, BISA is pass to the next battle. Am I dreaming? (Plak! I didn’t dreaming).

The result, we lost, but this experience made us more focus, confidence, and do the best for team.

I can’t write full story but when I close my eyes, I can imagine our team in hungry, fighting in English debate and do our best. :) It’s really a lot of fun.
Hey girls, when we join the same competition?
Posted by :
Wildan Habibi
Special for : BISA team
Winny Edika Putri and Amelia Djafaar

A year ago, I met ‘Sang Pembuat Jejak’

Sabtu, 06 Februari 2010
Pasca Sarjana lt. 3
National Achievement and Motivation Training
---------------------------klik this picture for the video-----------------------------

‘Sang Pembuat Jejak’, begitu Ia menyebut dirinya. Dalam film ‘jejak-jejakku’ Ia menginspirasi banyak orang. Aku menghayal ke awan dan bertanya dalam hati..

“Siapa sang pembuat jejak sebenarnya?”

Ketika bertatap langsung dengan ‘Sang Pembuat Jejak’ kata istimewa itu terucap dan aku terhenyak. Di saat Ia memberikan motivasi dan petuah yang intinya ku catat dalam buku tulis :

“Jika ingin lebih berprestasi …
..Temukanlah potensi yang akan membuat anda unik..
..Jangan tunggu sempurna baru berani mencoba..,
..Beranilah mencoba maka engkau akan sempurna..”

Kemudian ketika hamper habis sang waktu mencatat lagi kalimat ‘Sang Pembuat Jejak’

“Jadi..
..Hadirkan getaran resonansi antara aksi, doa, dan syukur..
..Milikilah selalu tekad untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik..
Dan..
..Lakukanlah hingga akhir!”

Sekarang tulislah mimpi itu dalam kertas dan esok akan kau dapati penuh coretan karena kau telah mencapainya. karena itu, ku percaya mimpi adalah harapan kita kepada Allah swt.

Posted by :
Wildan Habibi (wildan.tekkim@gmail.com)
Supported by :
‘Sang Pembuat Jejak’ (danang_ap7@yahoo.co.uk)
Eko Heriyanto (cintaungu2811@yahoo.com)

Kamis, 27 Januari 2011

Tour of Research and Study


Mahasiswa sebagai salah satu komponen bangsa yang mempunyai kemampuan intelektual tinggi, sudah selayaknya tanggap terhadap perkembangan ilmu dan teknologi serta kebutuhan pembangunan untuk mengatasi permasalahan bangsa. Salah satu permasalahan bangsa Indonesia adalah belum adanya gambaran yang jelas mengenai kondisi industri kreatif. Padahal industri kreatif merupakan pilar utama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang memberikan dampak yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi bangsa, mahasiswa sebagai agen perubahan harus mempunyai sumbangsih yang besar, salah satunya melalui pengembangan industri kreatif terutama yang berbasiskan riset dan pengembangan. Dalam mengembangkan industri kreatif hal yang sering menjadi kendala adalah penggalian ide. Keterbatasan jaringan serta pengalaman mahasiswa menjadikan ide yang dihasilkan terbatas sehingga mahasiswa kurang berani untuk memulainya.
Sehubungan dengan hal tersebut kami Research and Technology Department Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FTI-ITS mengadakan Tour of Research & Study 2011 ”TORRES 2011” yaitu tour ke tempat-tempat strategis untuk melihat ide mengembangkan industri kreatif.

Rabu, 26 Januari 2011

Gala Dinner ISFAChE (International Seminar on Fundamental and Aplication of Chemical Engineering)

Delegasi dari beberapa negara meliputi Jepang, Taiwan, Republik Ceko, Malaysia, Australia dan Indonesia duduk bersama dalam acara Gala Dinner International on Fundamental and Application of Chemical Engineering (ISFAChE 2010). Acara makan malam ini (3/10) dihadiri oleh para dosen, ilmuan, peneliti, pihak industri, dan mahasiswa.

Gala Dinner diselenggarakan di lapangan terbuka Inna Kuta Beach Hotel yang dikonsep secara elegan. Para undangan disuguhkan dengan alunan gamelan dan tarian adat Bali. Tarian yang bertema ‘Tradisional Romance’ ini antara lain : Tari Sekar Jagat, Tari Oleg, Tari Cendrawasih, dan Tari Joget. Keempat tarian ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis Bali.

Disela-sela perjamuan, terdapat beberapa speech dari tiap perwakilan negara. Orang pertama yang memberi sambutan ialah Shogo Yamamoto dari Tokyo Engineering Corporation, Japan. Shogo memulai sambutannya dengan menyebutkan persamaan antara jepang dan indonesia yaitu sama-sama mempunyai gunung api yang sedang meletus.

Kedua, Prof. Wen Teng Wu, Department of Chemical Engineering, National Cheng Kung University Taiwan mengaku enjoy dengan seminar ini. Terutama, karena Prof. Wen banyak mendapatkan pengetahuan dan makanan yang disajikan enak.

Ketiga, Prof. Ivan Fort, Department of process Engineering, Czech Technical University, Prague sangat senang dengan event ini. ISFAChE telah memperkenalkannya tentang kebiasaan dan culture masyarakat Indonesia. “I appreciate and enjoy this conference” tutur Prof. Ivan Ford. Ia juga mengundang semua peserta Gala Dinner dalam acara internasional conference serupa di negaranya, Republik Ceko pada tahun 2012 mendatang.

Selanjutnya, Prof. Hanafi Ismail Universiti Sains Malaysia, Malaysia mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara. Ia juga menyebutkan bahwa persamaan antara Indonesia-Malaysia seperti brother-sister.

Monica dari Perth Australia berkata “Congratulation for this wonderfull event. It’s because its theme for overcoming global warming”. Dia juga mengundang semua peserta Gala Dinner untuk mengunjungi Australia, terutama Perth kota asalnya.

Prof Suryo dari Indonesia, mengaku senang menjalin hubungan dengan luar negeri untuk mendiskusikan tentang dunia keteknikkimiaan.

“Bila Aku Jadi Pemandu!” (PP LKMM V FTI-ITS)

‘Pemandu’ merupakan sebuah element penting dalam suatu kegiatan pelatihan. Management sebuah pelatihan ada pada tangan-tangan terampil seorang pemandu. Dalam sebuah pelatihan, seorang pemandu adalah orang yang mau dan mampu menyampaikan sebuah amanah dalam bentuk materi kepada para peserta. Pemandu, satu kata untuk menggambarkan seseorang yang sudah tidak lagi canggung ataupun malu untuk berbicara di depan umum untuk menyampaikan suatu materi secara komunikatif.

Pemandu bertugas mengarahkan dan menmbimbing para peserta memasuki suatu tema materi yang sebelumnya telah disiapkan secara matang dan membangun. Ia merupakan sosok yang convidence terhadap diri dan materi yang dibawakan sehingga mampu memicu semangat peserta untuk mendengarkan secara aktif dan berbicara secara efektif dalam sesi diskusi saat materi disampaikan.

Profesionalisme seorang pemandu akan menghantarkan para peserta dalam keadaan mengerti sekaligus memahami materi yang disampaikan. Kata ‘pemandu’ pantas untuk orang yang kompeten, percaya diri, dan berpandangan kedepan. Ia harus menjaga suasana pelatihan agar tetap fokus dalam satu tujuan, yaitu memahami penuh tentang materi yang disampaikan. Terlebih lagi menjaga peserta agar tidak membuang muka, berbicara sendiri, dan mencari kesibukan lain saat meteri disampaikan atau bahkan sampai tertidur.

Dengan menjadi seorang pemandu kita dapat menungkatkan ilmu pengetahuan, karena dengan begitu pendengar dapat terus menimba ilmu pada kita. Sebab, membagi ilmu itu adalah cermin orang yang berguna bagi sesama.

Terkadang, seorang pemandu lebih pantas disebut trainer. Ia tidak hanya menyampaikan materi secara lisan tetapi juga melalui permainan dan game yang searah terhadap materi. Oleh karena itu, Ia mempunyai capabilitas memandu jalannya permainan sehingga maksud tersirat dalam permainan tersebut dapat ditangkap oleh peserta. Kemudian membantu peserta dalam menyimpulkan tujuan permainan yang dilakukan.

Pemandu juga harus dapat mengelola waktu pelatihan agar sesuai dengan jadwal. Ia harus mampu membawakan materi dan menerima hujan pertanyaan secara efisien sehingga tidak boros waktu. Ia juga dituntut untuk mengatur lalu lintas pertanyaan dan memberi jawaban secara gamblang terhadap pertanyaan tersebut. Ia mempersilahkan peserta lain menjawab pertanyaan itu terlebih dahulu sehingga tidak terkesan searah saja dari pemandu. Jika sudah deadlock, maka pemandu lah yang turun tangan menjawabnya.

Namun, seorang pemandu hanyalah manusia biasa, pernah salah. Mungkin dalam menyampaikan materi bisa salah, tetapi seorang pemandu yang profesional mampu mengatasinya sehingga tidak hilang sedikitpun rasa percaya diri dan semangatnya untuk terus menyampaikan materi.

Maka sesuai dengan judul essay ini ‘Bila Aku Jadi Pemandu!’. Saya berharap bisa menjadi seorang pemandu yang profesional sesuai dengan yang tertulis diatas bahkan lebih sehingga nantinya dapat bermanfaat dan menurunkan ilmu yang telah saya dapat kepada peserta pelatihan yang lain. Amin.