![]() |
| Ombak di Lepas Pantai Indonesia |
Data
PLN menunjukkan 50 persen listrik nasional dibangkitkan dari batubara. Dimana
80% perusahaan penghasil listrik menggunakan batu bara. Sementara cadangan batu
bara nasional kita hanya 3 persen dari cadangan dunia yang semakin hari semakin
menipis. Sudah saatnya listrik dihasilkan dari sumber yang renewable.
Walaupun
telah banyak digalakkan tentang energi listrik dari angin, air, geothermal,
solar, dan bahkan nuklir. Namun masih ada sumber energi lain yang potensial
yaitu gelombang laut atau ombak. Berikut ini gambaran idenya.
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia dengan
panjang mencapai lebih dari 95.181 kilometer (km). Dimana kecepatan aliran normal arus pecah adalah 0.5 meter per detik yang terdapat
disemua pantai. Energi dari kecepatan ombak ini dapat dimanfaatkan untuk
penghasil listrik. Jika dihitung energi kinetik ombak rata-rata dengan rumus Ek
= ½ m v2. Jika diasumsi massa air laut pada volume 1 meter kubik
adalah 1000 kg. Maka didapat Ek = ½ * 1000 * 0.52 = 125 Joule.
Jika kita telaah. Hasil 125 Joule ini masih dikalikan dengan volume
air laut yang mempengaruhi massa sehingga nantinya energi yang dihasilkan lebih
banyak. Hasil itu pun masih dikali dengan panjang garis pantai Indonesia. Berapa
volume air laut Indonesia? Berapa kilometer garis pantai Indonesia? Inilah
potensi wilayah lautan Indonesia.
Bagaimana kita mengambil energi ombak tersebut? Caranya adalah
membuat infrastuktur berupa kincir air. Prinsipnya sama dengan pembangkit
listrik tenaga air. Dari kincir air yang bergerak energi listrik dihasilkan
kemudian ditampung dalam sejenis baterai besar. Kincir air diletakkan pada
wilayah lepas pantai dengan kedalaman dan jarak tertentu dari permukaan air.
Agar lebih efektif kincir air dipasang multiple secara seri. Bisa dibayangkan
ketika ombak datang dan menggerakkan kincir air yang mengubah energi kinetik menjadi
listrik.
Ini merupakan ide dasar yang dilatarbelakangi oleh hukum kekekalan energi,
bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi bisa diubah dalam bentuk
yang lain. Seperti mengubah energi kinetik ombak menjadi listrik.


tenaga air laut akan menjadi tenaga masa depan,
BalasHapushanya perlu perhatian pemerintah terhadap potensi ini..
Bocah.Angon : Benar, pemerintah harusnya menaruh perhatian lebih terhadap potensi wilayah lautan Indonesia. Karena saya percaya bahwa ketika Indonesia dapat menguasai benua dan samuderanya. Indonesia akan lebih maju!
BalasHapuskapan??
BalasHapusSaya dulu pernah mendampingi orang yang melakukan penelitian tentang potensi energi arus laut di selat-selat sekitar nusa tenggara dan daerah maluku utara. Sayang sekali beberapa diantaranya masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan dari segi keekonomian.
BalasHapusHanief : Kapan untuk pernyataan apa Nief? Not clear
BalasHapusNahdhi : Itulah tantangannya. Untuk secara praktis saya juga masih belum mengerti. namun, disini dituntut untuk menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensinya sehingga ekonominya dapat tercapai. walaupun infrastruktur diawalnya mahal, namun jika life time nya tinggi dan biaya operasinya murah nanti akan ketemu titik optimum alat tersebut sehingga dari segi ekonomi dapat memuaskan.
BalasHapus