Saudaraku, pernahkah pergi ke toko buku? Kemarin, saya pergi ke TB. Cahaya Amanah. Dan ada beberapa hal yang mengganjal yang ingin saya share ke saudara-saudaraku sekalian.
Ketika itu matahari mulai menggelincir ke arah barat pertanda waktu menjelang sore. Saya sedang asik memilih buku-buku bacaan untuk dibeli. Tiba-tiba adzan ashar terdengar dari masjid sebelah toko. Seketika itu seorang penjaga toko dengan ramah mendekatiku dan berkata “afwan, toko akan kami tutup untuk sementara karena kami akan melakukan sholat ashar”.
Subhanallah, jarang sekali saya melihat toko seperti ini. Dikeputih saja masih banyak toko yang dibuka waktu sholat.
Seketika itu, kami langsung mengambil air wudhu dan sholat berjamaah dimasjid. Setelah selesai, penjaga toko membuka kembali TB. Cahaya Amanah. Saya melanjutkan untuk melihat-lihat barang yang dijual. Tiba saat saya takjub melihat dua buah benda.
Pertama adalah sebuah tasbih elektrik. Biasanya jika dirumah berdzikir kebanyakan menggunakan tasbih berbentuk bulatan yang dirangkai untuk menghitung berapa banyak kita mengucap tasbih, hamdalah, dan takbir. Tetapi tasbih dalam bentuk elektrik ini,ketika kita mengucap satu kali tasbih ada tombol untuk memencet angka 1, 2, 3, dan seterusnya.
Kedua adalah globe. Mungkin untuk sebagian kecil orang globe itu biasa saja. Tapi bagi saya globe adalah miniature dunia yang diciptakan Allah secara sempurna. Dan globe itu membangkitkan motivasi saya untuk melangkahkan kaki melihat-lihat dunia luar. Semoga dengan seperti itu saya terus meningkatkan syukur dan ketakwaan kepadaNya.
Saudaraku, banyak hal-hal kecil didunia ini yang kita anggap biasa. Padahal disana ada kuasa sang Khaliq. Saya ingin bertanya kawan, sudah berapa lama tidak melihat capung atau kupu-kupu? Capung atau kupu-kupu sekarang ini adalah dua binatang yang ingin saya lihat. Melihat capung sekecil jarum yang terbang mengitari mayang-mayang rumput hijau sungguh sangat menakjubkan. Melihat kupu-kupu yang terbang dengan sayap berwarna-warni menambah keelokan bunga dimusim hujan. Subhanallah saudaraku..


jadi pengen ngeblog mas habis liat blog.e mas habib tapi ga ada waktune ..
BalasHapustulisannya otentik mas, pengalaman asli ta ini mas?
tapi endingnya agak ga nyambung mas sama di atasnya -.-
iya pengalaman asli ini...
BalasHapusgak nyambung ya ending nya,, ^^
soalnya tadi yang terpikir itu Ndri,
gpplah,semoga bermanfaat pokoknya
musti banyakin jam terbang biar makin lancar. hehe saya sendiri lum brani cuba
BalasHapusHehehe... aku jadi beruntung lahir didesa, coz di belakang rumah setiap hari mesti ketemu capung berwarna putih, n merah. tapi bukan capung merah di padi yang biasa di tangkap, merahnya lebih menyala n lebih kecil ukurannya. N ada 1 jalan dimana ketika musim kupu2 maka jalan ini akan penuh warna-warni kupu2, dominan warna kuning tapi.. sayang gak punya kamera.. :(
BalasHapussee http://suryadikalasenja.blogspot.com
Wah. Alhamdulillah mas Ady... q follow ya
BalasHapus